Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Halo! sobat lombanesia …
Sebelumnya kami telah membagikan info Lomba Desain Poster Digital Berhadiah Total Jutaan Rupiah. Nah! pada kesempatan yang berbahagia ini kami hadir kembali dengan memberikan info lomba poster dengan hadiah yang sangat menarik tentunya hehe …
Baik, sobat. Langsung saja simak informasi lengkapnya berikut ini.

Untuk menyambut Hari Anak Nasional Kementerian Kesehatan bersama Kemendikbudristek dan Mitra TBC menyelenggarakan lomba Poster Digital TBC bertemakan "Anak Sehat Bebas TBC, Ciptakan Bangsa Sehat dan Berprestasi".

Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

Latar Belakang

Tuberkulosis atau biasa disebut dengan “TBC” masih merupakan masalah
kesehatan utama yang ada di Indonesia saat ini. Mengacu pada, WHO Global TB Report
tahun 2020, masih terdapat 10 juta orang di dunia jatuh sakit karena TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal karenanya. Ditambah lagi, 251 ribu orang yang meninggal karena TBC disertai dengan HIV positif. Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia, Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan kasus sebanyak 845.000 dengan kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Mengingat tingginya kasus dan beban kematian akibat tuberkulosis, dunia telah berkomitmen untuk bebas TBC pada tahun 2050. Namun,
permasalahan TBC ini tidak dapat selesai jika hanya dibebankan pada sektor kesehatan saja, akan tetapi perlu koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan permasalahan TBC di Indonesia dan menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor, tak terkecuali peran dari seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan laporan WHO diperkirakan sebanyak 1,12 juta anak di dunia terinfeksi TBC. TBC menular melalui percikan ludah dari seorang penderita kepada orang yang berada didekatnya. Salah satu populasi yang mempunyai risiko tinggi terjadinya penularan TBC adalah pada anak dan balita. Sistem imunitas anak masih belum optimal sehingga mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk sakit TBC. Anak adalah masa depan bangsa, sebagai generasi penerus yang diharap dapat menjadi pemimpin masyarakat harus kita jaga kesehatannya. Penularan TBC pada anak biasanya terjadi karena penularan dari orang dewasa yang kemudian infeksi bakteri terbawa oleh seorang anak yang kemungkinan akan kambuh di saat ia dewasa atau bahkan pada saat usia anak yang membuat anak tersebut harus menjalani pengobatan selama 6 bulan dengan dosis orang dewasa. Maka dari itu, keluarga sebagai bagian dari masyarakat perlu mengetahui bagaimana bahaya penularan TBC terutama pada anak.
Kasus TBC anak di dunia setiap tahunnya sebanyak 1juta jiwa dari keseluruhan kasus TBC sebanyak 10 juta jiwa pada tahun 2017, 52% di antaranya adalah anak <5 tahun dengan tingkat kematian 80%. Sekitar 96% di tahun yang sama kematian anak <5 tahun karena tidak mengakses pengobatan pencegahan tuberkulosis. Di Indonesia Sekitar 8,2% kejadian tuberkulosis terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun atau sekitar 70.000 kasus per tahun.

Adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan infeksi laten TBC (ILTB), ini merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi kuman TBC secara sempurna namun dapat mengontrolnya sehingga tidak berkembang menjadi penyakit TBC dan tidak bisa menularkan infeksi ke orang lain. ILTB dapat berkembang menjadi penyakit TBC, apabila sistem kekebalan sedang menurun.
Saat ini, pengobatan infeksi laten TBC diprioritaskan bagi populasi tertentu seperti Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan anak di bawah lima tahun yang mempunyai riwayat kontak TBC. Mereka yang didiagnosis ILTB, akan diberikan terapi pencegahan untuk berkembang menjadi penyakit TBC. Namun, tingkat memulai, kepatuhan dan penyelesaian terapi pencegahan TBC masih rendah.

Tanpa pengobatan, 5-10% dari orang dengan ILTB akan berkembang menjadi sakit TBC selama hidup mereka. Sekitar setengah dari mereka yang ILTB dalam dua tahun akan berkembang menjadi sakit TBC. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama orang dengah HIV/AIDS (ODHA), malnutrisi, orang yang sedang menjalani terapi anti-kanker atau sedang menjalani dialisis berisiko mengalami penyakit TBC lebih tinggi daripada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal. Risiko penyakit TBC pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan anak kontak serumah dengan pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis dapat dikurangi dengan pemberian terapi pencegahan TBC (TPT).
TBC adalah tantangan untuk pembangunan Indonesia karena 75 persen pasien TBC adalah kelompok usia produktif, 15-54 tahun . Lebih dari 25 persen pasien TBC dan 50 persen pasien TBC resisten obat beresiko kehilangan pekerjaan mereka karena penyakit ini.

Mengapa perlu ada Gerakan Bersama Eliminasi TBC 2030 di Satuan Pendidikan?

1. TBC merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular sehingga adanya arus globalisasi, transportasi, dan migrasi penduduk antar negara membuat TBC menjadi ancaman serius bagi dunia
2. Pengobatan TBC tidak mudah dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi
3. TBC yang tidak ditangani hingga tuntas menyebabkan resistansi obat
4. TBC menular dengan mudah, yakni melalui udara yang berpotensi menyebar di lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, dan tempat umum lainnya.
5. Anak yang terbukti terinfeksi TBC laten, Jika tidak diobati dengan benar akan menjadi kasus TBC di masa dewasanya dan akan menjadi sumber penularan baru
6. Peran satuan pendidikan yang memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter dan perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat

Merujuk kepada arahan Presiden Jokowi pada kegiatan Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 di Cimahi tanggal 29 Januari 2020 bahwa upaya penanggulangan TBC ini tidak hanya pada aspek penanganannya saja namun dimulai dari aspek pencegahan, beliau menyampaikan “Sekali lagi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita keluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran ini untuk mencegah. Kita harus memercayai ini, dengan tetap siaga dan waspada sebelum masuk ke pengobatan. Tapi kalau sudah terkena, ya tadi, urusannya adalah TOSS (Temukan,
Obati Sampai Sembuh)," tandasnya

Dengan mengambil tema peringatan HTBS tahun 2021 “Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis”. Ini menunjukan bahwa setiap detik waktu yang kita miliki berharga dan perlu dimanfaatkan untuk kembali memperkuat komitmen dan upaya kita dalam Eliminasi TBC.

Ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan tetapi tanggung jawab setiap individu yang ada, baik sehat maupun sakit demi mewujudkan generasi sehat dan unggul yang terbebas dari TBC sejak dini karena pada tahun 2045, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan Pendapatan Domestik Bruto terbesar kelima di dunia. Pemerintah memiliki visi bersama yaitu “Indonesia Emas” dengan memanfaatkan bonus demografi yang membutuhkan sumber daya manusia unggul, berkualitas dan berdaya saing. Mencapai visi tersebut sangat dipengaruhi oleh upaya Indonesia memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) terkait kesehatan, termasuk eliminasi
tuberkulosis (TBC).

Deteksi dini dan pencegahan penularan Tuberkulosis, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan TBC. Selain itu penyebarluasan informasi tentang TBC kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan TBC salah satunya melalui gerakan penemuan terduga TBC baik pada anak maupun pada orang dewasa. Bila ada yang menderita gejala batuk agar segera memeriksakan diri untuk memastikan diri sendiri atau keluarganya mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan TBC yang tepat dan berkualitas.

Pendaftaran Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

Pendaftaran lomba ini akan dibuka pada 17 Juni 2021. Bekerja sama dengan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk penyebaran informasi ke
website dan media sosial resmi. Publikasi juga dilakukan oleh Pihak Kemenkes dan Pihak
Kemendikbudristek, serta Mitra kedua belah pihak melalui sosial media atau media cetak
masing-masing institusi.

Tujuan Kegiatan Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

a. Menyelenggarakan Lomba Poster Digital Tuberkulosis dengan tema “Anak Sehat Bebas
TBC, Ciptakan Bangsa Sehat dan Berprestasi”
b. Meningkatkan kepedulian untuk berperan dalam upaya program pencegahan dan
pengendalian TBC di ekosistem pendidikan
c. Meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terutama penularan TBC pada anak dan
pentingnya terapi pencegahan TBC
d. Memperkuat Peran satuan pendidikan dalam pembentukan karakter dan perubahan
perilaku menuju hidup bersih dan sehat
e. Menyebarluaskan informasi tentang TBC kepada ekosistem pendidikan
f. Mendorong semua mitra TBC dan kelompok masyarakat untuk senantiasa melakukan
upaya baru yang inovatif dalam program pencegahan dan pengendalian TBC
g. Meningkatkan upaya Kerjasama dari Kementerian Kesehatan dan Kemendikbudristek

Luaran Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

a. Adanya upaya Kerjasama dari Kementerian Kesehatan dan Kemendikbudristek dalam
rangka Penanggulangan TBC
b. Tersedianya media edukasi tentang TBC dari peserta didik dan untuk peserta didik di
satuan pendidikan

Kategori Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

Lomba Poster Digital Tuberkulosis terdiri atas tiga kategori dan masing-masing terdiri atas
tiga pemenang :

• Kategori SD Kelas 4-6
• Kategori SMP
• Kategori SMA

Cara Mengikuti Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

a. Peserta membuat poster edukasi dan memuat pesan sesuai dengan tema
b. Peserta bebas membuat poster dengan media aplikasi digital apapun
c. Referensi bacaan: https://tbindonesia.or.id/informasi/teknis/tb-anak/
d. Karya berukuran A3 satu sisi (42 cm x 29,7 cm)
e. Karya dikirim dalam format jpg, png, atau pdf dengan resolusi 300 dpi (maksimum 25mb)
f. Poster digital dibuat dengan pewarnaan full colour
g. Daftar dan kirimkan karya online melalui link formulir online:
https://sr.tbindonesia.or.id/form/pendaftaran-lomba-poster-han/
h. Follow akun Instagram @tbc.Indonesia @kncvindonesia @stoptbindonesia @mudauntuktbc.id untuk informasi mengenai pengumuman pemenang

Peraturan Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

a. Format pewarnaan poster adalah Full Colour
b. Tidak mengandung konten vulgar / pornografi / SARA / menyingung pihak-pihak tertentu.
c. Setiap kata dalam poster sesuai EYD dan tidak disingkat-singkat
d. Pemenang poster TERPILIH akan dihubungi panitia untuk pengiriman karya asli dalam
format yang dapat diedit
e. Karya tidak mengandung merek dagang, logo, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak
Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;
f. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya poster yang berupa karya asli yang
sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil
peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan
Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung
jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;
g. Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan
Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan
konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang
berlaku;
h. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri.
i. Dengan mengikuti lomba ini, peserta sepakat untuk memberikan hak sepenuhnya kepada
Kementerian Kesehatan dan Kemendikbudristek untuk digunakan sebagai media edukasi
dalam Penanggulangan TBC (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi).
j. Pengumuman pemenang akan dilakukan melalui akun Instagram @tbc.Indonesia
@kncvindonesia @stoptbindonesia @mudauntuktbc.id
k. Pajak Hadiah ditanggung pemenang;
l. Peraturan dapat berubah sewaktu – waktu;
m. Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat
menyurat.
i. Juri: Pihak Kemenkes (1), Kemendikbud (1), Mitra (1)

Alur Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

• Pendaftaran dan Pengumpulan Karya : 17 Juni – 17 Juli
• Penjurian : 18 – 22 Juli 2021
• Pengumuman Pemenang : 23 Juli 2021

Hadiah Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

Pemenang untuk masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah berupa tabungan
senilai sebagai berikut :

• Juara 1 : 2.500.000
• Juara 2 : 1.500.000
• Juara 3 : 1.000.000

Penutup Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kepedulian baik Pemerintah (K/L dan Pemerintah Daerah) dan masyarakat pada umumnya. Mari kita lanjutkan komitmen yang sudah disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 dengan saling berkolaborasi dan saling mendukung satu sama lain.

Posting Komentar untuk "Lomba Poster Digital TBC oleh Kementerian Kesehatan RI"